IMG_8122 Cijulang Pangandaran © 2014 Deni Sugandi

Hanya kesenangan yang diraih oleh tiga sahabat; Baban, Rahmat...

IMG_8122 Cijulang Pangandaran © 2014 Deni Sugandi

Hanya kesenangan yang diraih oleh tiga sahabat; Baban, Rahmat dan Muhajar, ketika mengisahkan awal mula usaha body rafting di sungai Ci Julang, Kabupaten Pangandaran. “Saat itu saya dibayar lima ribu rupiah” tandas Baban yang dikenal Bacin, salah satu pendiri BARAJA Body Rafting. Awal mulanya pertengahan 1997 mengajak tamu asing mengunjungi gua kars di ujung sungai Ci Julang, yaitu Guha Bau. Bagi penduduk setempat, lokasi tersebut dianggap angker, namun sang tamu bersikeras untuk terjut ke sungai, dan terjun ke sungai hingga 3 km penelusuran, dan tiba di Cukang Taneuh. Pesona lingkungan kars tersebut kemudian dijuluki Green Canyon oleh turis dari Amerika, Bill John dan pasangan Frank dan Astrid dari Perancis. Didapati kolom, Draphery, flowstone, stalactite, stalacmite dan material runtuhan dinding dan atap gua, panorma khas gua kars. Awal tahun 2000-an, Baban, Rahmat dan Muhajar, mendirikan usaha bersama Jungle and River Tour, kemudian diganti menjadi BARAJA Body Rafting. Wisata alternatif petualangan ini kini kian berkilau. Jumlah kunjungan tamu semakin intensif, maka hingga tahun 2014 terdaftar ada empat operator beroperasi di Cijulang, dengan jumlah pengunjung hingga akhir pekan antara 300 hingga 600 orang. Wisatawan tersebut telah mendongkrak laju ekonomi Cijulang Pangandaran karena produk wisata, yang disebut produk ekonomi kreatif. ©2014 Deni Sugandi