IMG_5484 Amfiteater Ciletuh ©2014 Deni Sugandi

Sisa cahaya masih menebar di lembah Ciletuh, seperti kemilau...

IMG_5484 Amfiteater Ciletuh ©2014 Deni Sugandi

Sisa cahaya masih menebar di lembah Ciletuh, seperti kemilau emas yang menghujani bentang alam yang elok. Dari tebing Panenjoan, Desa Tamanjaya, ke arah barat daya dan selatan, tampak bentukan dinding yang mengelili setengah lingkaran, persis seperti tapal kuda, disebut amfiteater. Disinilah sejarah bumi tercatat di batuan kerak samudera, ketika batuan metamorf dibentuk jutaan tahun di zona penujaman lempeng, terbukti dengan ditemuinya bancuh, chaotic, mélange. Morfologi Ciletuh terjadi oleh proses tektonik berupa runtuhan. Ia runtuh dari Plato Jampang ke arah Teluk Pelabuhanratu, meninggalkan sesar-sesar terban di sekeliling tepi Plato Jampang, 200-300 meter anjlok. Awang Satnyana menyebutnya Gravity Collapse. (sumber: Awang Satnyana)