IMG_5257 Rafflesia Patma ©2014 Deni Sugandi

Penemuan Rafflesia Patma di di wilayah curug Puncak Manik,...

IMG_5257 Rafflesia Patma ©2014 Deni Sugandi

Penemuan Rafflesia Patma di di wilayah curug Puncak Manik, Desa Tamanjaya Ciemas, Kabupaten Sukabumi, bagian dari Taman Bumi Ciletuh. Bunga ini pertamakali tercatat dan ditemukan 1825 di pulau Nusakambangan, Jawa Barat, kemudian tahun 1929 dibawa ke Kebun Raya Bogor. Patma dalam bahasa jawa berarti bunga, masih satu kerabat dengan Rafflesia Arnoldi, yang berhasi dimekarkan di Kebun Raya Bogor tahun 1929. Nama tersebut diambil dari penguasa Inggris di Hindia-Belanda, sekaligus ahli botani, antara tahun 1811-1816. Rafflesia Patma dicirikan dengan diameter antara 25-30 cm, mempunyai lubang seperti gentong dan memiliki lima daun mahkota (perigone). Di dasar bunga terdapat bentuk seperti duri, yang berfungsi sebagai benang sari atau putik. Terlihat panjang kurang lebih 25cm, dan mahkota mekar dengan sempurna, yang tumbuh dihabitat hutan hujan tropis. Rafflesia Patma adalah parasit yang tidak berakar, tidak berdaun dan tidak bertangkai. Satu-satunya bagian yang disebut tanaman adalah jaringan yang tumbuh pada tanaman inang merambat, disebut Tetrastigma. Dibutuhkan waktu satu minggu untuk mekar, kemudian layu. Untuk beberapa kasus, tanaman langka ini membutuhkan pertumbuhan yang sangat perlahan, dibutuhkan 2 tahun untuk berbunga. Untuk kekayaan ragam hayati, bunga ini adalah 15 jenis Rafflesia di habitat tropis Indonesia, dari 30 jenis dunia. ©2014 Deni Sugandi