ZONA PEGUNUNGAN SELATAN JAWA BARAT

LEMBAH CIPEUNDEUY GARUT Panorama dari lembah Cipeundeuy, memandang ke arah utara dari balik kabin kereta api setelah lepas Ciawi, Tasikmalaya. Dihadapan terlihat plato Malangbong, dengan latar Gunung Calangcang-Kareumbi di Sumedang. Bentanglahan yang unik, terbentuk karena proses tektonik penganngkatan, perlipatan dan persesaran yang terjadi dalam kurun waktu jutaan tahun. ©2014 Deni Sugandi ZONA PEGUNUNGAN SELATAN JAWA BARAT Pemandangan Jawa Barat bagian selatan, melalui pegunungan selatan. Bentanglahan yang terlihat dibalik jendela kabin kereta api Yogyakarta ke Bandung, denga posisi jendela menghadap ke arah utara. Terlihat bentukan pegunungan yang dibentuk oleh proses tektonik jutaan tahun yang lalu dan berlangsung hingga kini, menjadi bukit, lembah dan pegunungan karena proses pengangkatan, perlipatan dan persesaran. Geologi regional Jawa Barat dikendalikan oleh hasil aktifitas tumbukan lempeng Benua Eurasia yang berkomposisi granitis, dan lempeng Samudera yang menujam ke bawah berkomposisi basaltis, disebut lempeng Samudera Hindia-Australia. Menurut Van Bemmelen, 1949, fisiografis dibagi dalam empat zona, masing-masing dari utara ke selatan adalah zona dataran pantai Jakarta, zona Bogor, Zona Bandung dan Zona pegunungan selatan. Panorama yang disaksikan dibalik jendela kereta api adala Zona Pegunungan Selatan, terletak di bagian selatan Zona Bandung. Melewati wilayah Ciamis, Tasikmalaya, Malangbong Garut, Nagreg Garut dan Cicalengka. Memasuki daerah Tasikmalaya terlihat G. Galunggung-Talagabodas di sebelah barat, dan G. Syawal di timur. Memasuki Garut, melalaui G. Pasirkayang di sebelah timur laut, dan G. Sadakeling di barat daya. Memasuki Leles Garut terlihat G. Calancang di Malangbong, G. Kareumbi memasuki Cicalengka. ©2014 Deni Sugandi

LEMBAH CIPEUNDEUY GARUT
Panorama dari lembah Cipeundeuy, memandang ke arah utara dari balik kabin kereta api setelah lepas Ciawi, Tasikmalaya. Dihadapan  terlihat plato Malangbong, dengan latar Gunung Calangcang-Kareumbi di Sumedang. Bentanglahan yang unik, terbentuk karena proses tektonik  penganngkatan, perlipatan dan persesaran yang terjadi dalam kurun waktu jutaan tahun. ©2014 Deni Sugandi
ZONA PEGUNUNGAN SELATAN JAWA BARAT
Pemandangan Jawa Barat bagian selatan, melalui pegunungan selatan. Bentanglahan yang terlihat dibalik jendela kabin kereta api Yogyakarta ke Bandung, denga posisi jendela menghadap ke arah utara. Terlihat bentukan pegunungan yang dibentuk oleh proses tektonik jutaan tahun yang lalu dan berlangsung hingga kini, menjadi bukit, lembah dan pegunungan karena proses pengangkatan, perlipatan dan persesaran. Geologi regional Jawa Barat dikendalikan oleh hasil aktifitas tumbukan lempeng Benua Eurasia yang berkomposisi granitis, dan lempeng Samudera yang menujam ke bawah berkomposisi basaltis, disebut lempeng Samudera Hindia-Australia. Menurut Van Bemmelen, 1949, fisiografis dibagi dalam empat zona, masing-masing dari utara ke selatan adalah zona dataran pantai Jakarta, zona Bogor, Zona Bandung dan Zona pegunungan selatan. Panorama yang disaksikan dibalik jendela kereta api adala Zona Pegunungan Selatan, terletak di bagian selatan Zona Bandung. Melewati wilayah Ciamis, Tasikmalaya, Malangbong Garut, Nagreg Garut dan Cicalengka. Memasuki daerah Tasikmalaya terlihat G. Galunggung-Talagabodas di sebelah barat, dan G. Syawal di timur. Memasuki Garut, melalaui G. Pasirkayang di sebelah timur laut, dan G. Sadakeling di barat daya. Memasuki Leles Garut terlihat G. Calancang di Malangbong, G. Kareumbi memasuki Cicalengka. ©2014 Deni Sugandi